Kamis, 08 September 2011

Makan Sesuai Golongan Darah


Makan Sesuai Golongan Darah

Sehat dan makanan memang tak bisa dipisahkan. Diet golongan darah bisa 

menjadi alternatif pola makan sehat.
Setiap makanan yang dikonsumsi sehari-hari akan direspons berbeda oleh 

tiap jenis golongan darah. Itu diketahuinya berdasarkan hasil 

penelitian yang dilakukan bertahun-tahun.
”Semua bahan makanan mengandung protein yang dikenal dengan lektin. 

Lektin berperan berbeda bagi tiap-tiap sel darah yang sudah diprogram 

secara genetik untuk menerima atau menolak protein-protein tersebut,” 

kata penemu diet berdasarkan golongan darah Peter J D’Adamo yang juga 

ahli naturopati dari AS.
Jika bahan makanan yang mengandung lektin tidak sesuai dengan golongan 

darah, maka lektin bisa menyerang salah satu organ atau sistem imun 

tubuh. Termasuk pembuluh darah sehingga menyebabkan penggumpalan 

darah. Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Ali 

Khomsan MS menambahkan, jika makanan yang dikonsumsi tidak sesuai, 

maka dapat menimbulkan dampak seperti gizi tidak terserap dengan baik, 

obesitas, dan penyakit degeneratif, misalnya jantung, kanker, dan asam 

urat.
Selain faktor makanan, obesitas juga dapat dipengaruhi oleh bakat 

genetik. Bakat itu akan makin berkembang jika orangtua menerapkan pola 

makan yang salah pada anaknya. ”Kesalahan yang sering kali dilakukan 

orangtua adalah meminta anak agar makan banyak seperti porsi ukuran 

dewasa. Padahal kebiasaan makan banyak bisa memicu obesitas yang 

akhirnya dapat memunculkan banyak penyakit,” katanya saat peluncuran 

buku berjudul Menu Sehat & Lezat Golongan A, B, AB & O.
Di Indonesia, obesitas pada wanita mencapai dua kali lipat lebih besar 

dibandingkan pria. Pasangan suami-istri yang keduanya gemuk berpotensi 

80 persen melahirkan anak yang gemuk pula. Salah satu ciri yang dapat 

diamati dari bayi yang baru lahir adalah jari-jari tangannya tampak 

seperti jempol semua. Alias gemuk-gemuk. Penyakit degeneratif juga 

punya kecenderungan meningkat dan sekarang dapat menyerang pada usia 

muda. Semua kalangan, baik orang berkemampuan ekonomi tinggi maupun 

rendah juga bisa terancam penyakit ini dan akibatnya bisa fatal.
Sebagai perbandingan, kalau dulu penyakit jantung kebanyakan menyerang 

di usia lanjut, kini di usia 30-an tahun pun sudah ada yang terkena 

penyakit ini. Menurut Ali Khomsan, asam urat nyaris tidak bisa 

disembuhkan meski bukan penyakit yang mematikan. Tapi ketika 

kumat,cukup menjengkelkan. Dapat diibaratkan seperti ada butiran pasir 

dalam persendian dan saat bergerak seperti tertusuk-tusuk jarum.
Penyebabnya, antara lain kegemukan, konsentrasi purin yang tinggi, 

hipertensi atau gagal ginjal, dan gangguan metabolisme. Untuk menjaga 

agar tidak kumat, penderita dapat minum 10 gelas air putih per hari 

dan menghindari makanan yang mengandung alkohol, seperti durian, tape, 

dan brem. Juga perlu menghindari makanan mengandung purin dan 

kolesterol tinggi seperti jeroan serta mengurangi konsumsi daging.
”Berdasarkan penelitian, di Indonesia asam urat paling banyak ditemui 

pada ras Minahasa dan Tapanuli. Kemudian prevelansi hipertensi 

ternyata paling tinggi diderita orang Sumatera Barat,” ungkapnya.
Untuk itu, dia menyarankan, makanan yang harus dimakan oleh golongan 

darah O adalah yang tinggi protein tetapi rendah karbohidrat. Golongan 

darah A perlu mengonsumsi jenis makanan berbasis sayuran dengan 

sedikit daging. Golongan darah B sebaiknya mengonsumsi makanan 

berbasis nabati dan hewani. Adapun golongan darah AB bisa mengonsumsi 

makanan seimbang plus susu, sayuran, dan buah.
Cermati Kelompok Makanan Racun
Dalam buku berjudul Menu Sehat & Lezat Golongan Darah, Prof Dr Ir Ali 

Khomsan MS mengelompokkan makanan menjadi tiga kategori sesuai 

golongan darah, yaitu bermanfaat, netral, dan merugikan.
Bermanfaat adalah makanan yang sangat baik dikonsumsi karena 

berkhasiat baik bagi tubuh. Netral adalah makanan yang berkhasiat 

sebagai makanan, tapi tidak ada salahnya dinikmati karena bermanfaat 

sebagai sumber nutrisi. Adapun makanan merugikan adalah makanan yang 

harus dihindari karena dapat menimbulkan beragam penyakit.
”Kelompok makanan yang bermanfaat berperilaku sebagai obat, makanan 

yang netral sebagai keseimbangan gizi, dan makanan yang merugikan 

diibaratkan seperti racun,” kata Khomsan. Adapun anggota tim penyusun 

buku tersebut, Yuni Harlinawati, menambahkan, trik memasak hidangan 

dalam menu sehat tidak harus satu golongan darah satu masakan.
Misalnya, dalam satu keluarga ada yang bergolongan darah O dan AB, 

maka ketika memasak menu berbahan dasar kedelai, sebelum menjadi 

masakan jadi dapat dipisahkan sebelumnya. Selanjutnya untuk golongan O 

yang membutuhkan banyak daging, dapat ditambahkan ayam suwir atau 

daging cincang. Untuk golongan AB, tidak usah ditambahkan apa-apa.
”Menu-menu yang disajikan pun sebetulnya tidak terlalu sulit untuk 

membuatnya,” katanya. Sebagai contoh, Smoothie Stroberina yang 

merupakan jenis jus yang cocok untuk golongan darah O, hanya terbuat 

dari pisang ambon yang dicampur stroberi segar, jus jeruk, perasan 

lemon, dan bisa ditambahkan sedikit madu. Cara membuatnya cukup 

diblender seperti membuat jus biasa.
”Pisang ambon mengandung kalsium tinggi yang bagus untuk hipertensi 

dan kolesterol. Begitu juga stroberi, kaya kandungan vitamin C yang 

juga bagus untuk terapi kolesterol. Sementara air perasan lemon bagus 

untuk membuang lendir dan sebagai tonik untuk lever. Jus ini dapat 

dinikmati pada pagi hari dan berfungsi sebagai detoksifikasi,” papar 

Yuni.
Untuk penderita diabetes, sebaiknya memilih nasi beras merah. Hindari 

mengonsumsi gula sederhana seperti gula pasir, sirup, selai jus yang 

ditambahkan gula, makanan, dan camilan yang manis. Yuni menambahkan, 

brokoli termasuk jenis sayuran yang bagus untuk semua golongan darah.

Sumber : http://www.son.web.id/2007/06/19/makan-sesuai-golongan-darah/

-----

Diet berdasarkan golongan darah

GOLONGAN DARAH O
Golongan darah O merupakan golongan darah paling kuno dalam sejarah 

manusia. Gen untuk golongan darah O berkembang pada suatu titik ketika 

peradaban manusia beralih dari hidup berburu dan berpindah-pindah ke 

komunitas agraris yang menetap di suatu tempat.
Tingkah Laku : Berenergi & tidak mudah putus asa
Masalah yang dihadapi : Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, 

peredaran darah kurang baik, sakit pinggang danbelakang, kegemukan, 

kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat 

tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.
Diet : Makanan tinggi protein & kurangi karbohidrat
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, 

ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis 

bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, 

rusa, domba, anak sapi )
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, 

bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, 

tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung 

gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, 

kalkun, kelinci )
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, 

puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, 

penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang 

mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, 

jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman 

keras
GOLONGAN DARAH A
Golongan darah A merupakan manusia pertama yang menjalankan aktifitas 

pertanian karena nenek moyang sudah tinggal menetap dan tidak lagi 

suka berperang.
Tingkah Laku : Bertanggung jawab & romantis
Masalah yang dihadapi : Hilang kesabaran diri atau cepat marah, 

rembesan sebum berlebihan, penyakit jantung dan masalah saluran darah, 

kanker dan ulser, gaster, kegemukkan.
Diet : Makanan berkarbohidrat tinggi & kurangi lemak
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, 

kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak 

zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, 

jeruk limau & sitrun).
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga 

matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, 

bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, 

pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging 

(ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), 

lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, 

susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, 

kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, 

pare, air soda.
GOLONGAN DARAH B
Kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang bergolongan darah B 

tumbuh dan berkembang baik melalui apa yang telah disediakan oleh 

dunia hewan dan tumbuhan. Artinya golongan darah B menunjukan 

kemampuan yang canggih dalam perjalanan evolusinya.
Tingkah Laku : Adaptasi & analitika
Masalah yang dihadapi : Kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur 

berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran 

empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit 

jantung.
Diet : Susu & produk susu
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, 

brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, 

domba, kelinci, rusa)
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang 

merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, 

selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, 

kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, 

siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, 

puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, 

delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman 

beralkohol.
GOLONGAN DARAH AB
Golongan darah AB merupakan golongan darah yang paling modern dan 

berusia kurang dari 1.000 tahun, jarang (5 % dari jumlah populasi), 

dan bersifat kompleks secara biologis. Karena anda membawa anti gen A 

dan B.
Tingkah Laku : Cerdik & penyabar
Masalah yang dihadapi : Perut kembung sakit jantung dan masalah 

saluran darah, kanker, kegemukkan, kesulitan tidur berkualitas, sakit 

sendi dan tulang.
Diet : Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan
Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju 

ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging 

(domba, kelinci, kalkun),
Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang 

merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, 

selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, 

kurma, jambu biji, Daging burung unta,
Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, 

kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, 

jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, 

mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol

sumber : http://www.jajanan.com/node/4048

Tidak ada komentar:

Posting Komentar