Sabtu, 13 November 2010

MOTIVATE TO WIN


Hukum Motivasi:
Ø  Jadilah orang yang lebih dulu termotivasi supaya dapat memotivasi orang lain
Ø  Motivasi membutuhkan tujuan
Ø  Motivasi membutuhkan proses
Ø  Motivasi membutuhkan pengakuan
Ø  Proaktif
Ø  Berilah nilai atas kemajuan yang telah dicapai
Ø  Tantangan hanya akan memotivasi jika Anda bisa menang
Ø  Setiap kita memiliki api motivasi yang selalu membara kapan saja
Ø  Rasa memiliki terhadap diri dan kesempatan
Ø  Jiwa kepemimpinan yang motivasional

Faktor-Faktor Demotivator:

      Kurang percaya diri
      Khawatir
      Opini dan perasaan negative
      Perasaan “tidak ada masa depan di sini”
      Merasa tidak penting (egois)
      Tidak tahu apa yang sedang terjadi/tidak peduli
      Pengakuan yang salah
      Kurang latihan
  
Tawaran Solusi:

1.      Bersikap Tegas
Percaya dengan diri sendiri, mendengarkan, menentukan sasaran, katakan ‘tidak’ dengan baik, dan bersikaplah positif
2.      Membangun rasa percaya diri
Memaksimalkan kemampuan otak dengan dengan tidak mudah mencari alasan untuk membenarkan diri, berpikir positif, Jangan takut gagal, berpenampilan menarik, belajar dari kesuksesan dan kegagalan masa lalu.
3.      Menetapkan tujuan
Memilih sebuah tujuan, merumuskan target, tempat dan waktu yang tepat, jangan takut mengalami gagal.
4.      Memotivasi orang lain
Jadilah pendengar yang baik, bersikaplah dapat dipercaya, tunjukkanlah Anda percaya kepada mereka, Berilah pujian yang tulus dan positif.
5.      Memotivasi Tim
Menciptakan komunikasi yang baik, memiliki visi dan misi bersama, bersikap positif dan bagikan kesuksesan.
6.      Komunikasi yang memotivasi
Berkomunikasilah dengan nada dan ucapan yang membangun dan member semangat.
7.      Kritik yang memotivasi
Berbicaralah di bawah 4 mata, menatap mata lawan bicaramu, menjaga kejujuran, mengkritik perilakunya dan bukan orangnya, dan menekankan hal-hal baik dari orang yang sedang Anda ajak bicara.
8.      Sukses melalui orang lain
Ambilah nilai-nilai positif dari seorang yang Anda kagumi, dan beranilah mengembangkannya sesuai dengan kapasitas diri Anda.


(diringkas dari buku “Motivate to Win” Richard Denny, Jakarta: Gramedia 2007)

Sumber : http://www.facebook.com/notes/nong-willy/motivate-to-win/455601447746

Minggu, 08 Agustus 2010

Fase fase Perkembangan Manusia

Tahap tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang. Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan.

Klasifikasi periode perkembangan yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut: Periode pra kelahiran, masa bayi, masa awal anak anak, masa pertengahan dan akhir anak anak, masa remaja, masa awal dewasa, masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa.

Perkiraan rata rata rentang usia menurut periode berikut ini memberi suatu gagasan umum kapan suatu periode mulai dan berakhir. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pada setiap periode tahap tahap perkembangan manusia:

Periode prakelahiran (prenatal period) ialah saat dari pembuahan hingga kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku, yang dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.

Masa bayi (infacy) ialah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.

Masa awal anak anak (early chidhood) yaitu periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah (mengikuti perintah, mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu berjam jam untuk bermain dengan teman teman sebaya. Jika telah memasuki kelas satu sekolah dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.

Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle and late childhood) ialah periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, yang kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar. Keterampilan keterampilan fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung telah dikuasai. Anak secara formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaan. Prestasi menjadi tema yang lebih sentral dari dunia anak dan pengendalian diri mulai meningkat.

Masa remaja (adolescence) ialah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.

Masa awal dewasa (early adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.

Masa pertengahan dewasa (middle adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir.

Masa akhir dewasa (late adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru.